Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dear Deadliner, Sebuah Surat Cinta

Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar kata deadliner?

Berantakan? Pemalas? Penunda-nunda? 

Dan mungkin masih banyak lagi.

Deadline

 Istilah

Menilik dari istilahnya, deadliner sepertinya berasal dari bahasa Inggris, yaitu deadline + -er. Akan tetapi, ternyata kata deadliner sendiri tidak atau belum ada di kamus bahasa Inggris seperti Oxford atau Cambridge. 

Pun begitu, kita bisa menemukan kata deadliner dalam urban dictionary atau semacam kamus gaul gitu. Pada tahun 2011 seseorang di urbandictionary.com mengartikan deadliner sebagai:

(noun) one who procrastinates until the actual deadline of a task or project

Seseorang yang menunda untuk melakukan pekerjaan sampai tenggat atau batas waktu yang ditentukan.

Tipe

Apa kamu tipe orang yang selalu mengerjakan tugas jauh hari sebelum deadline, atau di hari yang sama dengan deadline, atau bahkan seringkali melewatkan deadline?

Apapun itu, bukankah itu berarti kita selalu berpatokan pada deadline?

Karena dengan atau tanpa kita sadari, banyak sekali hal dalam hidup yang memiliki deadline.

Saat kita duduk di bangku sekolah, dimulai dari sekolah dasar, kita harus menyelesaikannya dalam waktu enam tahun, SMP tiga tahun, SMA tiga tahun, dan kuliah S1 empat tahun, dan sebagainya. Itu adalah standard batas waktu yang dipatuhi banyak orang.

Bukankah hal-hal tersebut termasuk deadline juga?

Deadline akan selalu ada dalam kehidupan kita, mulai dari yang berdampak signifikan ataupun yang seremeh-temeh melewatkan tayangan favorit kita.

Seseorang harus sudah mapan pada usia sekian, seseorang harus sudah menikah di usia sekian, adalah contoh dari deadline yang telah tercipta di tengah masyarakat kita.

 Akan tetapi, pada praktiknya, tidak semua orang bisa memenuhi semua deadline tersebut pada kondisi tertentu.

Balik lagi ke deadline dalam konteks tugas. Mine sendiri adalah seorang deadliner tipe kedua (tipe 1. Orang yang menyelesaikan tugas jauh-jauh hari sebelum deadline, 2. orang yang mengerjakan tugas mepet deadline, 3. orang yang selalu melewatkan/ketinggalan deadline.

Dari pengamatan Mine selaku deadliner, kesemua tipe mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing, yang akan kita bahas di kesempatan selanjutnya.

Ya, mungkin sekian dulu untuk post salam pembuka ini, sebagai reward karena akhirnya Mine bisa menyelesaikan pembuatan blog beserta hampir keseluruhan pengaturannya, setelah sekian lama menunda-nunda karena berbagai alasan yang diada-adakan (salah satunya adalah karena project ini tidak mempunyai deadline (Yeayy, bisa jadi topik selanjutnya!).

Kalau menurutmu sendiri, deadliner itu apa atau seperti apa?

Ingin mendaptkan notifikasi untuk artikel terbaru? Masukkan email-mu dan subscribe di tombol langganan email, ya.

Oiya, jangan lupa untuk follow deardeadliner di social media yang lain ya, di halaman contact atau melalui ikon sosial media di atas.

Posting Komentar untuk "Dear Deadliner, Sebuah Surat Cinta"