Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mulai dari Ikat Pinggang Ospek Hingga Bunuh Dirinya Idol Korea: Stop Cyber Bullying!

"Ikat pinggangnya mana?!"

Pasti masih terngiang, kan?

Jadi beberapa hari ini viral video ospek yang berisi para senior membentak-bentak maba (mahasiswa baru). Minni baru lihat tadi pagi dari berita di TV, dan emmhh? Kok gitu? Tapi yaudah lah ya, Minni kira bakal udah. Eh ternyata?

Viral-video-ospek-ikat-pinggang
source:suara.com


Siangnya Minni lagi santai-santai sambil buka youtube, cari hiburan. Dan di bagian suggestion (apalah itu namanya) muncul akun berita rekomendasi yang menampilkan video senior bentak-bentak maba tadi. Minni penasaran dong dengan komentarnya. Lalu Minni baca, scrol scroll, sampai Minni lupa isinya apa aja, yang intinya bullyan untuk ketiga senior itu.

Lalu Minni iseng buka twitter. Jadi Minni buka twitter untuk tahu perkembangan dari kasus video ospek tadi.

Dan disana, Minni nemuin banyaak banget komentar bernada bullying. Ya awalnya Minni biasa aja, kayak ya udah mereka salah gitu. Tapi pas lihat komentar para netizen, Minni kayak WOW ... duh apa, ya, speechless. Dan Minni yang biasa aja (terhadap si kakak-kakak senior ini) berubah jadi simpati.

Tahu apa aja komentar para netizen ini?

“Mukanya biasa aja. Standard.”

Duhhh. Terus kalau seniornya cantik, ganteng, terus marah-marah bakal sah-sah aja, gitu?

Gak sampai situ. Ada lagi kayak yang nge-spill data mereka gitu, kayak nama lengkap, kampus, jurusan. Dan, well, itu memang data yang bisa diakses publik sih, tersedia di PD-DIKTI/DAPODIK (eh apa namanya, pokoknya data yang ada di kementerian pendidikan sana. Emang lengkap bgt, berisi siswa, mahasiswa, guru, dosen, dll).

Tapi, ya? Harus bgt gitu? Dispill? Ya, I mean, mereka yang penasaran bisa aja cari secara mandiri data-data yang mungkin mereka butuhkan ini. Tapi kalau kamu spill kaya gitu, terus semua orang pada menggerombol, kasih komen (yang pro dan kontra) terus kamu dapat apa? Kepuasan?

Ternyata gak sampai disitu. Ada bahkan yang ngespill nomor WA si salah satu kakak senior ini. Dan Minni kayak, ya Tuhan….

Minni ngeposisiin diri sendiri, kalau ada orang (temen deket lah, misal) main kasih nomor ke orang lain aja itu kayak gak rela bgt gitu loh. Gak sopan. Gak etis.

Dan bayangkan, habis nomornya kesebar, pasti banyak banget pesan bernada kebencian yang masuk.

Diospek satu Indonesia, katanya.

Oke mungkin bakal ada dari kalian kayak, “yaudah. Itu salah dia sendiri.”

Ya. Mereka salah, dan Minni berharap si maba juga mendapat keadilan.

Tapi dengan itu, Minni jadi ngerasa. Ini bukan kali pertama kejadian kayak gini. Satu orang salah dan dihakimi beramai-ramai. Apa memang seperti itu, ya, budaya kita?

Minni jadi ingat. Kasus Audrey dulu. Ada yang masih inget atau pernah tahu? Ya, intinya seorang remaja yang dikeroyok dan disiksa dengan tidak masuk akal oleh teman-teman sebayanya (atau kakak kelasnya). 

Sampai ada yang bikin petisi #justiceForAudrey (sedihnya, Minni ikut tanda tangan waktu itu :(, dengan dalih Minni ga bisa lihat pelaku kekerasan bebas gitu aja). Turn out, ceritanya ternyata gak seperti yang diviralkan itu. Minni nyesel udah ikut tanda tangan petisinya. Bodoh banget ga, sih?

Tapi dari itu Minni sadar. Semua yang ada di internet itu abu-abu. Gak bisa benar-benar hitam atau putih. Saat itu, Minni pengen lebih berhati-hati dalam bersosial-media.

Lalu beberapa hari lalu, ada kasus perselingkuhan gamer dan youtuber. Kasusnya pecah, dan para tersangka, lagi-lagi, menjadi bulan-bulanan para netizen Indonesia. Ya, Minni pribadi juga kesel sih sama para tersangka ini. Minni paling gak bisa mentoleransi yang namanya perselingkuhan. Minni juga jadi sadar, mungkin ini yang memicu para netizen untuk membully si pelaku. Atas dasar simpati kepada korban yang diselingkuhi.

Tapi, setelah sekian lama, si cece yang diselingkuhi ini bahkan udah biasa aja (move on lah ya istilahnya, meskipun belum sepenuhnya). Tapi … bullyan si netizen ini masih ramai di akun si mba yang orang ketiga ini. Terutama pas Minni lihat video klarifikasi dan permintaan maaf, yang mana isinya gak sesuai dengan harapan kebanyakan netizen, membeludaklah komentar bullyan disitu kayak, bahkan ada yang sampai kayak “mati aja”.

😭😭😭

Gais, kalau kalian ingin dia menerima balasannya, sebenernya udah kok. Di titik itu, bahkan kalau Minni jadi si cece yang diselingkuhi, Minni bakal kayak “Yaudahlah, dia sudah terima balasannya. Cukup. Minni gak mau terlibat apa-apa lagi sama dia/mereka.”

Nah sampai sini udah ngerasa betapa jahatnya netizen kita?

Gak berenti sampai di situ (jangan bosen dulu, plis). Kalian tau mba-mba viral yang suka mukbang pentol, kan? Anggap aja tau, ya. Nah, terus apa hubungannya?

Jadi gini, contoh-contoh di atas, pembullyan dilakukan karena mereka melakukan kesalahan. Tapi coba kita lihat yang terakhir ini. Dia dibully karena makan pentol, gais. Okelah, kalau ditilik lebih dalam, banyak yang berpendapat kalau netizen membully dia karena tingkahnya yang gak sesuai dengan standard netizen. Seberapa bertingkahnya, sih, sampai harus dibully sebegitunya? Dan, seberapa merugikannya?

Dan lebih sedihnya lagi, komentar jahat itu tak jarang, lagi-lagi, menyangkut masalah fisik. Gak tau lagi.

Contoh terakhir (beneran banget ini yang terakhir). Kalian pasti masih ingat kan, dengan kasus meninggalnya Idol Korea Choi Jinri atau yang lebih dikenal sebagai ‘Sulli’?

Dilansir dari CNN Indonesia (oiyaa, karena ini kasusnya sudah agak lama ya, tahun lalu:), jadi kucantumkan sumber. Kalau yang lain karena masih anget silakan dicari sendiri yaa), sebelum dikabarkan meninggal, Sulli sempat menghadapi banyak kontroversi yang berujung pada hujatan netizen dan media. Intinya dia melakukan hal-hal yang menyalahi standard orang-orang Korea.

Memang di Korea ini standard nya ketat banget (mungkin lain waktu kubahas, ya). Mulai standard kecantikan sampai standard-standard dalam bertingkah laku, kalau kalian miss sedikit aja, dan pas kena apes, kalian bakal menerima hujatan (yaa, kurang lebih seperti yang terjadi di masyarakat kita saat ini :)).

Yang Minni mau bilang (Minni sudah memikirkan ini masak-masak), bisakah kita stop budaya yang kayak gitu? 

Everyone makes mistake, and that’s what makes us human.

Bahkan di tulisan yang sok bijak ini, Minni yakin bgtt ada kesalahan–kalau gak banyak. Minni terbuka banget dengan segala kritik dan saran, tapi tolong, tolong banget, sampaikan itu dengan cara yang sewajarnya, ya <3.

Ya, mungkin itu dulu. Kalau kalian ada saran, sanggahan, bantahan, berbagi pendapat, dsb, bisa bgt ditulis di kolom komentar.

Kalau kalian ngerasa ini bermanfaat boleh bgt dishare atau subscribe (dengan memasukkan alamat email pada kolom di bawah) untuk mendapatkan notifikasi tulisan selanjutnya.

Terimakasih sudah membaca ❤.

Posting Komentar untuk "Mulai dari Ikat Pinggang Ospek Hingga Bunuh Dirinya Idol Korea: Stop Cyber Bullying!"