Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis-jenis Beasiswa Kuliah S1 (Beasiswa Pemerintah, Kampus, Perusahaan)

Pendidikan adalah hak setiap orang. Di masa ini, biaya sudah bukan lagi menjadi masalah utama, karena mahasiswa atau calon mahasiswa bisa mendapatkan beasiswa dari berbagai sumber pemberi beasiswa. DearDeadliner kali ini ingin merangkum berbagai jenis beasiswa kuliah jenjang S1 dari berbagai sumber beasiswa.

Jenis-jenis beasiswa kuliah s1

1. Beasiswa dari pemerintah


Yang pertama adalah beasiswa dari instansi pemerintah. Beasiswa ini bisa berupa bantuan biaya UKT atau bantuan biaya hidup, bahkan ada lembaga pemerintah yang membawahi langsung perguruan tinggi tertentu.

A. Beasiswa Bidikmisi/KIPK

Beasiswa ini pada awalnya bernama bidikmisi dan sudah ada sejak ahun 2010. Namun, pada tahun 2020 kemarin, bidikmisi diganti menjadi KIP K atau KIP Kuliah. Meski namanya telah berganti, esensi dari bidikmisi masih sama dengan KIP K.

Bidikmisi (yang sekarang disebut KIPK) ini adalah beasiswa yang paling umum dicari dan bisa dibilang paling banyak mencakup pembiayaan selama kuliah. Poin penting yang perlu diingat adalah bahwa beasiswa ini mensyaratkan calon penerimanya untuk memiliki kekurangan dalam kemampuan finansial dan mempunyai kemampuan akademik yang memadai untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Untuk mendapatkannya, calon penerima harus mendaftarkan diri semenjak mendaftar menjadi mahasiswa.

Biaya yang ditanggung dari KIP K adalah biaya semester atau UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan biaya hidup.

Untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca pada sekilas info KIP Kuliah sebagai pengganti Bidikmisi.

B. Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik)

Beasiswa PPA atau Peningkatan Prestasi Akademik adalah beasiswa yang bisa didapatkan oleh mahasiswa yang telah diterima dan masih berstatus menjadi mahasiswa sarjana suatu perguruan tinggi. Beasiswa ini diberikan dalam bentuk uang tunai.

Penerima beasiswa PPA dinilai berdasarkan potensi akademik, pengalaman organisasi, dan lain-lain. Jadi, siapapun boleh mengikuti seleksi untuk mendapatkan beasiswa PPA.

Beasiswa PPA juga merupakan beasiswa yang berasal dari pemerintah. Prosedurnya adalah perguruan tinggi membuka pendaftaran bagi mahasiswa untuk mengumpulkan berkas yang disyaratkan, lalu perguruan tinggi akan meneruskannya ke kemenristekdikti untuk dinilai siapa saja yang pantas untuk mendapatkan beasiswa PPA itu.

Syarat untuk mendapat beasiswa PPA bisa dibaca di situs resmi perguruan tinggi yang bersangkutan. Sebagai contoh, berikut adalah persyaratan mendaftar beasiswa PPA dari UNDIP.

Perlu digarisbawahi, penerima bidikmisi/KIP K tidak bisa mendaftar beasiswa PPA karena keduanya bersumber dari sumber pendanaan yang sama yaitu APBN/APBD pemerintah.

C. Beasiswa kedinasan dan ikatan dinas

Beasiswa Kedinasan dan Ikatan Dinas
stis.ac.id

Di Indonesia, ada juga perguruan tinggi yang berbentuk Perguruan Tinggi Kedinasan. Perbedaan istilah kedinasan dan ikatan dinas terletak pada perjanjian atau ikatan kerja dari mahasiswa yang sudah lulus nantinya. Perguruan Tinggi Kedinasan adalah Perguruan Tinggi yang berada di bawah kementerian atau lembaga pemerintah. Sedangkan ikatan dinas dimaksudkan agar mahasisswa yang sudah lulus nantinya bisa langsung ditempatkan di lembaga terkait sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Contoh dari Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) adalah PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN), Polstat STIS (Politeknik Statistika STIS, dulunya STIS atau Sekolah Tinggi Ilmu Statistika).

Banyak dari Perguruan Tinggi Kedinasan yang memberikan beasiswa berupa pembebasan biaya kuliah, bahkan bantuan biaya hidup. Tidak hanya itu, Perguruan Tinggi Kedinasan yang Ikatan Dinas juga menjanjikan lulusannya untuk langsung ditempatkan ke dalam instansi pemerintahan terkait. Misal, lulusan PKN STAN bisa ditempatkan di kementerian keuangan, lulusan POLSTAT STIS bisa ditempatkan di Badan Pusat Statistik (BPS) pusat maupun daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, silakan cek pada website remsi Perguruan Tinggi Kedinasan yang ingin dituju. Pelajari syarat-syaratnya dan latihan mengerjakan tes masuknya karena persaingan masuk Perguruan Tinggi Kedinasan sangat ketat mengingat banyaknya peminat yang mendaftar.

Berikut adalah website resmi dari Perguruan Tinggi Kedinasan yang dinaungi oleh lembaga pemerintahan terkait.


Kementerian Keuangan (PKN STAN) http://www.pknstan.ac.id
Kementerian Dalam Negeri (IPDN) https://spcp.ipdn.ac.id
Kementerian Perhubungan (STTD) http://www.ptdisttd.ac.id
Kemenkum HAM  (Poltekip dan Poltekim) http://poltekip.ac.id/ dan https://poltekim.ac.id
Badan Intelejen Negara (STIN) https://stin.ac.id
Badan Pusat Statistik (Polstat STIS) https://stis.ac.id
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG) https://stmkg.ac.id
Lembaga Sandi Negara (STSN) https://poltekssn.ac.id

2. Beasiswa dari kampus

A. Potongan/Pembebasan UKT

Tidak sedikit kampus yang menawarkan beasiswa seperti pemotongan atau pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada mahasiswa atau calon mahasiswanya. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa atau calon mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik yang bagus. Contoh dari beasiswa kampus yang populer adalah dari Telkom University. Berikut adalah skema beasiswa Telkom University tahun 2020 lalu yang mungkin bisa dijadikan gambaran. 

B. Pembebasan uang gedung

Uang gedung atau uang pangkal berbeda dengan Uang Kuliah Tunggal. Dari kasus beasiswa Telkom di atas, Telkom membebaskan biaya uang pangkal dan Uang Semesteran bagi pendaftar beasiswa yang terpilih. Di kampus lain, bisa saja pihak kampus memberikan beasiswa dalam bentuk potongan atau pembebasan uang gedung saja atau UKT saja atau keduanya.

C. Uang Tunai

Pihak kampus juga biasanya memberikan beasiswa dalam bentuk uang tunai. Umumnya ini bersifat seperti uang pembinaan ketika berhasil memenangkan suatu kompetisi tertentu yang bisa membawa nama baik kampus.

Maka dari itu, jangan ragu untuk mencoba berbagai kompetisi yang sesuai dengan keahlian kamu. Kalau menang, selain mendapat hadiah dari pihak penyelenggara, kamu juga bisa mendapatkan uang pembinaan dari pihak kampus. Yang lebih dari itu adalah, kamu bisa mendapat banyak pengalaman dan relasi dari kompetisi yang kamu ikuti.

3. Beasiswa dari perusahaan

Banyak dari perusahaan yang beroperasi di Indonesia yang menunaikan kewajiban sosialnya atau CSR (Corporate Social Responsibilty). Contoh dari beasiswa ini adalah beasiswa Djarum, Beasiswa Fair and Lovely, dll).
Beasiswa Djarum
djarumfoundation.org

Cara mendaftarnya juga cukup mudah. Tinggal pelajari saja syarat-syaratnya dan penuhi syarat-syarat itu. Beasiswa Djarum dan semacamnya biasanya juga menyelenggarakan camp juga yang difokuskan untuk melatih soft skill seperti public speakin atau leadership. Ini adalah skema Djarum Beasiswa Plus tahun 2020 lalu yang mungkin bisa untuk dijadikan acuan. 

4. Beasiswa dari Lembaga atau Yayasan

Contoh dari beasiswa ini adalah Beasiswa Marga Pembangunan Jaya yang memberikan beasiswa sebesar 6 juta rupiah per mahasiswa dari perguruan tinggi terpilih. 

Beasiswa lainnya adalah beasiswa Bakti Nusa yang dimaksudkan untuk mencetak pemimpin dan aktivitas hebat nusantara. 

#####
Sebenarnya, banyak sekali kesempatan untuk mendapatkan beasiswa untuk jenjang S1 di perguruan tinggi. Yang perlu kamu lakukan adalah berusaha mencari informasi sebanyak mungkin. Dan, ya, menyiapkan persyaratan sesegera mungkin agar bisa memenuhi persyaratan dalam batas waktu yang ditentukan.

Bagaimana pendapatmu? Apa kamu pernah mendapat beasiswa serupa? Share pengalaman atau pendapatmu di kolom komentar ya.

Posting Komentar untuk "Jenis-jenis Beasiswa Kuliah S1 (Beasiswa Pemerintah, Kampus, Perusahaan)"

Berlangganan via Email